Memenuhi tugas Pengantar Teknologi Informasi

Minggu, 26 Januari 2020

Tari Kidang

A. Sejarah


   Tari kidang secara umum adalah kesenian rakyat yang menggambarkan suasana perburuan. Dalam tarian tersebut pemburu menggunakan jamparing dan gondewah (busur dan anak panah).
   Tari kidang memberi sindiran kepada seorang tokoh yang bergelar: Kidang Pananjung, Kidang Kancana, dan Kidang Soka (Sokawayana). Pemburu yang menggunakan jamparing dan gondewah (busur-anak panah) merujuk kepada seorang tokoh yaitu: Ki Ageng Pamanah Rasa, nuansa ini diabadikan oleh para leluhur di dalam tarian ini tidak lain untuk mengingat tokoh Kidang Kancana yang sangat halus budinya, santun perilakunya, tegas dan tajam dalam memberi keputusan dan pernyataan (twah), yang kemudian dijadikan contoh didalam kehidupan bermasyarakat.

   Biasanya tarian kijang ini di pentaskan untuk acara Ritual Pernikahan, Khitanan, 7 bulanan, Seren Taun, panen dan berbagai ritual lainnya. Kemudian tarian ini di kenal oleh masyarakat. Terutama Sunda Besar. Tarian ini awalnya memang masih sakral. Tapi sekarang sudah banyak di pentaskan untuk acara hiburan. Oleh karena itu, banyak orang yang mengetahui tentang tarian ini.

B. Nama Tari

   Nama tari Kijang ini berasal dari beberapa orang tokoh yang memiliki gelar seperti Kidang Pananjung, Kidang Kancana, dan Kidang Soka (Sokawayana). Mereka semua adalah para pemburu yang menggunakan jamparing dan gondewah (busur-anak panah) merujuk kepada seorang tokoh yaitu: Ki Ageng Pamanah Rasa, nuansa ini diabadikan oleh para leluhur di dalam sebuah tarian yang diasebut tari Kijang. Tarian ini tidak lain untuk mengingat tokoh Kidang Kancana yang sangat halus budinya, santun perilakunya, tegas dan tajam dalam memberi keputusan dan pernyataan (twah), yang kemudian dijadikan contoh didalam kehidupan bermasyarakat.

C. Asal Daerah

   Tari Kijang ini berasal dari daerah Sunda tepatnya Jawa Barat. Nama para pemburu yang berasal dari daerah Sunda yang memiliki gelar seperti Kidang Pananjung, Kidang Kancana, dan Kidang Soka (Sokawayana) diabadikan oleh para leluhur dalam sebuah tarian yang disebut tari Kijang dan masyarakat Jawa Barat pun banyak mengenal tarian ini. Karena keindahannya tarian dari Jawa Barat ini semakin banyak yang mengenalnya bahkan sampai keluar daerah

D. Makna

   Kidang secara silib dan siloka bermakna Kida Hyang, Kudi Hyang yang merupakan silib dari pusaka kujang.

   Ritual Pernikahan, Khitanan, 7 bulanan, Seren Taun, panen dan berbagai bentuk kesenian dan ritual yang tersebut diatas, adalah merupakan artefak budaya yang tertulis di alam secara abadi dan secara turun-temurun diwariskan oleh para leluhur, dimana hal ini harus dibaca dan dikaji oleh generasi penerus sebagai sebuah bentuk kajian ilmiah.

   Sangatlah mustahil para leluhur membuat dan melakukan berbagai upacara ritual ini hanya sebagai kegiatan humaniora atau aktivitas kesenian biasa. Karena sistem kebudayaan Sunda Besar seperti yang tersebut di atas merupakan bentuk ajaran atau Adab Sunda yang disesuaikan dengan kondisi jaman atau nilai-nilai yang berlaku saat itu, dimana ritual-ritual adat mengandung arti dan makna secara etika (atikan) dan estetika (anggitan).

   Seperti ritual keselamatan yang biasa disimbolkan dengan sangu tumpeng. Kata “sangu Tumpeng“ berasal dari kata “Taruma Para Hyang”, yang bermakna puncak keagungan ajaran Sunda Besar atau Sundayana.

E. Fungsi

   Fungsi Tarian ini sebenarnya bukanlah sebagai hiburan. Tarian ini memiliki peran penting dalam acara-acara masyarakat terutama dimasa lampau. Tarian kijang ini di pentaskan untuk acara seperti Ritual Pernikahan, Khitanan, 7 bulanan, Seren Taun, panen dan berbagai ritual-ritual lainnya. Karena itu tarian ini sangatlah sacral, dan kemudian tarian ini di kenal oleh masyarakat terutama Sunda Besar. Namun seiring berjalannya waktu tarian ini lebih difungsikan sebagai hiburan masyarakat sehingga banyak masyarakat luar mengenalnya.

F. Ciri Khas

   Tari Kijang ini memiliki beberapa ciri khas yang membedakan dengan tari-tari lainnya. Ciri khas tari kijang yaitu Gerak-gerak yang indah dan lincah menyimbolkan tingkah laku kijang, gerakan tersebut menggambarkan suasana perburuan. Dalam tarian tersebut pemburu menggunakan jamparing dan gondewah (busur dan anak panah).

   Selain gerak, tari Kidjang juga memiliki cirri khas dalam penataan busana dan tata riasnya yang hampir menyamai bentuk kijang. Hal ini sesuai dengan tema tarinya. Selain menyerupai binatang kijang, busana ini juga enak dipandang dan tidak mengganggu gerak tari. Tata rias yang digunakan disesuaikan dengan karakter tari Kidang yang lincah. Selain itu, karena tari Kidang menggambarkan tingkah laku binatang kijang, maka untuk penataan alisnya dibuat seperti tanduk kijang.

   Selain itu, pada iringan tarian ini Bila didengarkan, terdengar lincah dan dinamis sesuai dengan karakter tarinya.

G. Keindahan

   Tari Kijang memiliki keindahan yang sangat unik. Apakah keunikan tari Kidang? Gerak-gerak yang indah dan lincah menyimbolkan tingkah laku kijang sehingga kelihatan unik. Selain gerak, keunikan pada tari Kidang juga terlihat dari penataan busananya yang hampir menyamai bentuk kijang. Selain itu tarian ini diiringi dengan banyak jenis alat music sehingga lebih menarik lagi. Semua keindahan tari Kijang ini terbagi menjadi 4 Unsur, di antaranya ada gerak tari, busana tari, tata rias tari, dan iringan tari. Tari Kidang merupakan tari bertema binatang yang berkarakter lincah dan gembira.

1. Gerak Tari Kidang

   Sama seperti tari yang lain, di dalam tari Kidang juga ada gerak murni dan gerak maknawi. Gerak tari Kidang juga berdasarkan ruang, waktu, dan tenaga. Tingkatan gerak pun bervariasi. Ada gerak tingkat tinggi, ada gerak tingkat sedang, dan ada gerak tingkat

2. Busana Tari Kidang
   Perhatikan busana yang dikenakan oleh penari tari Kidang menyerupai binatang kijang. Hal ini sesuai dengan tema tarinya. Selain menyerupai binatang kijang, busana ini juga enak dipandang dan tidak mengganggu gerak tari. Berikut gambar dan nama-nama busana yang dikenakan untuk tari Kidang.

3. Tata Rias Tari Kidang

   Tata rias tari adalah seni penggunaan alat-alat rias (bedak, lipstik, pensil alis, dan lain-lain) untuk meng angkat cerita yang diperankan dalam tari dan membedakan karakter tari. Perhatikan tata rias tari Kidang pada Gambar 6. Tata rias yang digunakan disesuaikan dengan karakter tari Kidang yang lincah. Selain itu, karena tari Kidang menggambarkan tingkah laku binatang kijang, maka untuk penataan alisnya dibuat seperti tanduk kijang.

4. Iringan Tari Kidang

   Iringan tari Kidang menggunakan permainan gamelan Jawa. Di antaranya ada gong, kendang, saron, bonang, gender, dan kenong. Permainan alat musik tersebut kadang-kadang juga dipadukan dengan suara manusia berupa nyanyian. Bila didengarkan, iringan untuk tari Kidang terdengar lincah dan dinamis sesuai dengan karakter tarinya.

H. Kesimpulan

   Di zaman sekarang kebanyakan remaja tidak peduli dengan kebudayaannya masing-masing termasuk tari Kijang khas Jawa Barat ini. Mereka lebih memilih mempelajari tarian modern (Modern Dance), bahkan bergaya hidup ke barat-baratan. Padahal bila sampai kebudayaan kita hilang,kita sudah tidak mempunyai ciri khas tersendiri dari daerah tersebut.

   Di samping kurangnya kesadaran dari kita, kita juga kurang peduli dengan kebudayaan yang kita punya. Padahal kalau kita kembangkan serta melestarikannya kita akan menjadi bangsa yang penuh warna. Kita sudah memiliki ragam budaya,bahasa,dll. Tetapi mengapa kita tidak sadar akan itu semua.

   Dalam usaha memperkokoh ketahanan bangsa Indonesia dengan kebudayaan daerah. Para warga masyarakat terutama para pemudanya di wajibkan untuk ikut berperan serta dalam pelestarian kebudayaan daerah terutama tari Kijang ini. Namun bukan hanya masyarakat saja yang di beban dalam hal ini para pemerintah pun di harapkan dapat tanggap dan ikut berperan serta dalam pelestarian budaya daerah agar tidak di klaim oleh negara lain.

   Mempromosikan kebudayaan lokal yang di miliki Indonesia melalui media cetak, maupun elektronik ke berbagai wilayah yang ada di Indonesia maupun ke berbagai negara luar di dunia sangat di harapkan untuk ikut dan berperan serta membantu pemerintah untuk memperkokoh ketahanan bangsa.

   Oleh sebab itu, sebaiknya Anda ajarkan kepada anak cucu Anda tari Kijang ini. Di jamin bagus dan Anda perlu melestarikan tarian ini. Sehingga kebudayaan Indonesia semakin populer dan tidak punah. Mari kita bangun Bangsa kita tercinta demi kemajuan yang lebih baik, sebelum terlambat atau saksikan kebudayaan kita punah tanpa bekas dan hanya jadi cerita legenda belaka yang nantinya juga akan terhapus dari memori anak cucu kita nanti atas nama modernitas dan kemajuan zaman.

Share:

Senin, 20 Januari 2020

TARI PIRING



ASAL USUL TARI PIRING

Provinsi Sumatera barat tidak hanya mempunyai rumah gadang yang menjadi salah satu ciri khas. Bahkan Sumatera Barat juga mempunyai kuliner dengan cita rasa yang tak kalah nikmat sehingga para wisatawan tak perlu khawatir. Selain itu, Sumatera barat juga menjadi provinsi yang mempunyai tingkat kebudayaan yang sangat tinggi.
Provinsi Sumatera barat sendiri memang memiliki budaya yang cukup terkenal yakni tari piring. Tanah Minangkabau, yang tepatnya ada di Solok, Sumatera Barat menjadi tempat munculnya tari piring. Dikarenakan keunikannya hingga saat ini kesenian tari piring masih dipakai sebagai pertunjukan karena banyak masyarakat Indonesia yang menyukai pertunjukan tari piring.
Tak hanya masyarakat lokal saja namun wisatawan mancanegara tuh juga mengagumi tarian dari tanah Minangkabau tersebut.
Di karenakan keindahan gerakan dari tari piring menjadikan tarian ini mampu dikenal di berbagai belahan dunia. Gerakan tarian ini memang cukup unik karena itu berbeda dengan tarian daerah lain di mana para penari harus memakai peeling menjadi alat utama pada saat pertunjukan.

SEJARAH TARI PIRING
Masyarakat Minangkabau dahulu kala selalu melakukan berbagai macam ritual yang mana ritual tersebut merupakan ucapan dari rasa syukur kepada para dewa dikenakan hasil panen yang sangat melimpah. Ketika melakukan ritual tersebut masyarakat Minangkabau pun akan membawa sesaji yang merupakan makanan, di mana makan tersebut akan diletakkan di atas piring. Piring yang berisikan makanan tersebut akan dibawa sembari melakukan gerakan yang berirama dengan iringan musik.
Akan tetapi setelah agama Islam masuk ke Minangkabau tarian ini sendiri memang tidak digunakan lagi sebagai ritual untuk dewa.
Namun tarian ini akan dipakai menjadi hiburan bagi masyarakat yang ada di tanah Minangkabau sehingga tak heran jika tarian ini dipentaskan di sebuah acara-acara adat.

FUNGSI TARI PIRING
Tari piring sendiri tidak hanya dipentaskan pada saat upacara adat saja akan tetapi pertunjukan dari tari piring ini juga ada ketika upacara pernikahan, acara hidangan serta pengangkatan dari seorang penghulu.
Bahkan tarian ini juga akan dipentaskan ketika terdapat anggota masyarakat yang memiliki hasil panen bumi dengan jumlah yang cukup melimpah. Bahkan di zaman dahulu tarian ini akan dapat dipentaskan untuk orang-orang yang mampu saja.
Namun dikarenakan perkembangan zaman yang semakin pesat tarian tradisional tersebut hanya akan ditetaskan sebagai upacara adat saja.
Dan pentas dari tari piring ungu akan dipertunjukkan di hari besar nasional seperti HUT Republik Indonesia. Ketika datang tamu agung, maka tari ini akan dipersembahkan menjadi penyambutan untuk para tamu.

KEUNIKAN TARI PIRING
Walaupun kemajuan dari teknologi yang berkembang dengan cepat, namun tidak menyedihkan tarian tradisional tergerus oleh zaman. Bahkan sampai saat ini banyak sekali tarian tradisional seperti tarian yang dipentaskan di berbagai macam festival. Bahkan banyak orang yang berdecak kagum dikarenakan gerakan-gerakan yang unik pada tarian tradisional. Nah, berikut ini adalah keunikan serta keindahan dari tari piring:
1.      Piring menjadi alat utama:
Memang betul jika tarian tradisional ini akan memakai peeling sebagai media utama pada saat menari. Piring merupakan alat yang menjadikan tarian tradisional ini cukup berbeda jika dibandingkan dengan tarian daerah lainnya. Tentu saja dengan penggunaan piring pada tarian tersebut memiliki makna bersejarah.
2.      Mempunyai gerakan tarian yang cukup unik:
Piring yang akan digunakan akan diletakkan di atas kedua telapak tangan para penari dengan cara digenggam. Lalu para penari pun akan menggerakkan tangan dengan cara memutar serta diayunkan yang gerakannya mengikuti irama iringan musik. Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang yang kagum dengan tari piring karena piring yang digunakan tidak pernah jatuh saat dimainkan.
3.      Banyak alat musik yang mengiringi tari piring:
Memang betul jika tari piring ini akan diiringi oleh berbagai macam alat musik seperti halnya rebana, saluang, gong, talempong dan berbagai macam alat musik lainnya. Umumnya lagu takhian sai tiusuang dan juga lagu takhian pingping khua belas yang akan digunakan ketika pementasan tari piring. Bukan hanya memiliki gerakan yang cukup unik namun musik yang digunakan untuk mengiringi tarian memang terbilang cukup unik karena akan di padu padakan dengan berbagai macam alat.
4.      Terdapat suara dentingan cincin:
Keunikan yang lainnya pada tari piring ini pada saat iringan musik ialah terdapat suara dentingan cincin. Tentu saja dengan adanya suara dentingan ini akan menambah kesan unik dan juga indah pada tari tradisional tersebut. Bahkan dendingan dari cincin tersebut mampu dengan mudah menyatu dengan suara alat musik yang mengiringi tari piring.
5.      Para penari akan menari diatas pecahan piring:
Yang terakhir adalah keunikan yang tidak akan dapat Anda temui ketika melihat pertunjukan tari tradisional lainnya. Tari piring ini di saat akhir pertunjukan para penari akan melemparkan dirinya ke lantai kemudian para penari tersebut akan menari diatas pecahan piring yang telah mereka lempar.

KERAGAMAN TARI PIRING
Tarian ini memang mempunyai gerakan yang memakai 2 buah piring di mana pilih tersebut akan diletakkan di atas telapak tangan para penari. Lalu para penari pun akan mengayun-ayunkan piring tersebut sesuai dengan iringan musik.
Terdapat berbagai macam gerakan yang dimiliki tari piring seperti halnya gerakan singanjuo lalai, gerakan pasambahan, gerakan mencangkul, gerakan membuang sampah, gerakan menyemai, gerakan memagar, gerakan menyiang, gerakan bertanam, gerakan mencabut, bening dan juga gerakan melepas lelah.
Selain itu juga terdapat beberapa gerakan lain seperti halnya gerakan mengambil padi, gerakan menggampo padi, gerakan mengantar juadah, gerakan menyambut padi, gerakan menganginkan padi, gerakan membawa padi, gerakan mengikir padi, gerakan ketika menumbuk padi, gerakan melakukan gotong royong, gerakan menampi padi, dan yang terakhir ialah gerakan menginjak pecahan kaca.

BUSANA PENARI PIRING
Sama halnya dengan tarian tradisional lainnya di mana tari piring ini juga memiliki busana khas pada saat pementasan. Busana yang digunakan ketika pertunjukan tarian tradisional tersebut terbagi menjadi dua jenis yang pertama adalah busana penari untuk pria dan juga busana penari untuk wanita. Meskipun terbagi menjadi 2 namun busana yang dikenakan tetap terlihat seragam dan kompak. Berikut ini ialah penjelasan dari busana tari piring:
Busana Tari Piring Untuk Penari Pria: Untuk kostum yang dipakai oleh para penari pria mempunyai ciri yang cukup berbeda jika dibandingkan dengan busana penari wanita. Meskipun berbeda tetap saja pertanda tersebut merupakan busana asli dari provinsi Sumatera barat. Sehingga mereka pun akan terlihat memiliki penampilan yang kompak meskipun model dari kostum yang mereka kenakan berbeda.
Untuk kostum bagi para penari pria memiliki nama busana Rang Mudo, dimana kosan tersebut mempunyai lengan yang panjang dan juga terdapat hiasan missia yang juga dapat disebut dengan hiasan renda emas.
Untuk celana yang digunakan penari pria memiliki sebutan besaran gelombang. Di mana celana ini memiliki ukuran yang cukup besar di bagian tengah dan yang pasti mempunyai warna selaras dengan baju atasan. Para penari pria ini nantinya akan mengenakan sisampek dan juga cawek pinggang, bentuknya hampir sama seperti kain songket yang diikatkan pada bagian pinggang. Kain ini cukup panjang karena panjangnya mencapai lutut. Sisampek dan juga cewek pinggang memiliki hiasan pada bagian ujung berupa rumbai-rumbai. Ketika mementaskan tari piring penari pria harus mengenakan destar. Daster sendiri ialah penutup kepala yang terbuat dari kain songket yang memiliki bentuk segitiga.
Kostum Tari Piring Bagi Penari Wanita: Baju karung ialah kostum yang akan digunakan para penari wanita, dimana baju karung ini akan menggunakan kain satin dan juga beludru sebagai bahan utama. Tak hanya itu saja penari wanita pun harus memakai selendang yang terbuat dari kain songket menjadi hiasan di mana senam tersebut akan diletakkan di bagian kiri tubuh.
Para penari wanita pun juga mengenakan penutup kepalayang terbuat dari kain songket dimana bentuk obat tersebut memiliki bentuk yang hampir mirip dengan tanduk. Penutup kepala tersebut memiliki julukan tikuluak tanduak balapak.
Selain itu para penari wanita juga harus menggunakan kalung rumbai, kemudian menggunakan kalung gadang, menggunakan subang atau bisa disebut dengan anting-anting.
Intinya ialah, tarian ini merupakan tarian tradisional asli dari Tanah Minangkabau di Provinsi Sumatera Barat. Alat yang digunakan pada tarian ini ialah piring di mana para penari terdiri dari penari pria dan juga wanita dengan busana khas Minangkabau. Yang mana terdapat kurang lebih 12 gerakan pada tarian tersebut.


Share:

Sabtu, 18 Januari 2020

ASAL USUL TARI SAMAN



DI antara beragamnya seni tari adat yang berasal dari suku-suku Indonesia, tari saman merupakan salah satu tari adat yang masuk dalam kategori sangat unik. Keunikan tari saman bukan hanya terletak pada gerakan penarinya yang kompak, melainkan juga pada harmonisasi lagu dan paduan suara yang mengiringinya. Keunikannya ini pula yang membuat tari asal Tanah Aceh ini menjadi sangat terkenal, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di seluruh mancanegara. Nah, berikut ini, mari kita bahas keunikan tari saman mulai dari sejarah, asal usul, gerakan, lagu, paduan suaranya dan kostum penarinya.

SEJARAH TARI SAMAN
Tarian ini di namakan Saman karena diciptakan oleh seorang Ulama Gayo bernama Syekh Saman pada sekitar abad XIV Masehi, dari dataran tinggi Gayo. Awalnya, tarian ini hanyalah berupa permainan rakyat yang dinamakan Pok Ane. Namun, kemudian ditambahkan iringan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT, serta diiringi pula oleh kombinasi tepukan-tepukan para penari. Saat itu, tari saman menjadi salah satu media dakwah.

Pada mulanya, tari saman hanya ditampilkan untuk even-even tertentu, khususnya pada saat merayakan Hari Ulang Tahun Nabi Besar Muhammad SAW atau disebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
 Biasanya, tari saman ditampilkan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau panggung). Namun seiring perkembangan zaman, tari Saman pun ikut berkembang hingga penggunaannya menjadi semakin sering dilakukan. Kini, tari saman dapat digolongkan sebagai tari hiburan/pertunjukan, karena penampilan tari tidak terikat dengan waktu, peristiwa atau upacara tertentu.Tari Saman dapat ditampilkan pada setiap kesempatan yang bersifat keramaian dan kegembiraan, seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan, atau perayaan-perayaan lainnya. Untuk tempatnya, tari Saman biasa dilakukan di rumah, lapangan, dan ada juga yang menggunakan panggung.

Tari Saman biasanya ditampilkan dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syekh. Penari Saman dan Syekh harus bisa bekerja sama dengan baik agar tercipta gerakan yang kompak dan harmonis.

MAKNA DAN FUNGSI
Tari Saman dijadikan sebagai media dakwah. Sebelum Saman dimulai, tampil pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat. Pemuka adat memberikan nasehat-nasehat yang berguna kepada para pemain dan penonton. Syair-syair yang di antunkan dalam tari Saman juga berisi petuah-petuah dan dakwah. Namun dewasa ini, fungsi tarian saman menjadi bergeser. Tarian ini jadi lebih sering berfungsi sebagai media hiburan pada pesta-pesta, hajatan, dan acara-acara lain.
·         Pada tari Saman, terdapat 5 macam nyanyian : Rengum, yaitu sebagai pembukaan atau mukaddimah dari tari Saman (yaitu setelah dilakukan sebelumnya keketar pidato pembukaan). Rengum ini adalah tiruan bunyi. Begitu berakhir langsung disambung secara bersamaan dengan kalimat yang terdapat didalamnya, antara lain berupa pujian kepada seseorang yang diumpamakan, bisa kepada benda, atau kepada tumbuh-tumbuhan.
·        Dering, yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari.
·         Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.

 Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak.
·         Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

GERAKAN TARI SAMAN
Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama Islam, syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah Islam demi memudahkan dakwahnya.

Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.
Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo). Selain itu, ada 2 baris orang yang menyanyi sambil bertepuk tangan dan semua penari Tari Saman harus menari dengan harmonis. Dalam Tari Saman biasanya, temponya makin lama akan makin cepat supaya Tari Saman menarik.

PENARI
Pada umumnya, tari Saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki. tetapi jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini juga dimainkan oleh kaum perempuan. Pendapat Lain mengatakan tarian ini ditarikan kurang dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi.
Namun, perkembangan di era modern menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Di sinilah peran Syeikh, ia harus mengatur gerakan dan menyanyikan syair-syair tari Saman.
KOSTUM TARI SAMAN
Kostum atau busana khusus saman terbagi dari tiga bagian yaitu:
·         Pada kepala: bulung teleng atau tengkuluk dasar kain hitam empat persegi. Dua segi disulam dengan benang seperti baju, sunting kepies.
·         Pada badan: baju pokok/ baju kerawang (baju dasar warna hitam, disulam benang putih, hijau dan merah, bahagian pinggang disulam dengan kedawek dan kekait, baju bertangan pendek) celana dan kain sarung.
·         Pada tangan: topeng gelang, sapu tangan. Begitu pula halnya dalam penggunaan warna, menurut tradisi mengandung nilai-nilai tertentu, karena melalui warna menunjukkan identitas para pemakainya. Warna-warna tersebut mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan, keperkasaan, keberanian dan keharmonisan.

Paduan Suara dan Lagu Tari Saman
Berbeda dengan pertunjukan tari pada umumnya, pada pertunjukan tari saman yang asli, Anda tidak akan menemukan iringan irama alat musik apapun. Satu-satunya irama yang digunakan untuk menyelaraskan gerakan tari ini adalah suara dari para penari itu sendiri. Mereka akan bertepuk tangan, tepuk dada, paha, dan lantai atau kadang menyanyikan syair tersendiri untuk menyingkronkan gerakan antara penari satu dengan penari lainnya.

Untuk syair dari nyanyian lagu tari saman sendiri biasanya merupakan sebuah pepatah dan nasihat yang bermakna begitu dalam. Syair-syair tersebut berisi pesan moril ajaran Islam yang seharusnya diresapi oleh setiap para pendengarnya. Bagi seorang syekh atau pemandu tari, menyanyikan lagu tari saman juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada 5 aturan atau cara baku yang harus ditaati dalam menyanyikan lagu tari saman ini.
Kelima aturan tersebut antara lain:
·         Rengum ata auman yang diawali oleh pemandu,
·         Dering yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari,
·         Redet atau lagu singkat dengan nada pendek yang dinyanyikan oleh salah satu penari di bagian tengah,
·         Syekh atau lagu yang dinyanyikan dengan suara panjang tinggi sebagai tanda perubahan gerakan.
·         Saur atau lagu yang diulangi bersama oleh semua penari setelah dinyanyikan oleh seorang penari solo.

Arti dan Makna Tari Saman
Terlepas dari beragam keunikannya, tari saman bagi masyarakat Aceh memiliki arti dan makna yang sangat dalam. Tarian ini melambangkan tingginya sopan santun, pendidikan, kebersamaan, kekompakan dan kepahlawanan masyarakat Aceh yang religius. Pesan dakwah yang terkandung dalam setiap syairnya juga memiliki nilai tersendiri. Nasehat-nasehat dengan makna begitu dalam tersirat kental dalam syair lagu tari ini.
Share:

TWITTER

FACEBOOK

INSTAGRAM

YOUTUBE

Tari Topeng Malangan

Negara kita Indonesia tercinta ini merupakan salah satu negara yang terdiri atas beragam suku dan budaya dari Sabang samapi Merauke. Oleh k...

Arsip Blog

Jumlah Pengunjung